Daya Saing Wilayah di Era Ekonomi Digital: Peluang atau Ancaman?

Authors

  • Muh. Nur

    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari, Indonesia
    Author

Keywords:

daya saing wilayah, ekonomi digital, kesenjangan digital, polarisasi pembangunan

Abstract

Era ekonomi digital telah mengubah fundamental daya saing wilayah secara dramatis. Penelitian ini mengkaji bagaimana transformasi digital mempengaruhi kapabilitas kompetitif wilayah, dengan fokus pada infrastruktur digital, sumber daya manusia, dan ekosistem inovasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode library research, studi ini menganalisis publikasi ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan periode 2020-2024. Hasil penelitian mengungkap bahwa kesenjangan digital berpotensi menciptakan polarisasi baru dalam pembangunan wilayah. Wilayah dengan kesiapan digital tinggi menunjukkan pertumbuhan ekonomi 3 kali lebih cepat dibandingkan wilayah tertinggal secara digital. Faktor-faktor kritis yang mempengaruhi daya saing digital mencakup penetrasi internet, keterampilan digital, ekosistem inovasi, kapasitas kelembagaan, dan modal sosial. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan pengembangan wilayah yang adaptif terhadap dinamika ekonomi digital, termasuk perlunya integrasi kebijakan pemerataan digital dengan pengembangan ekonomi lokal, penguatan tata kelola digital daerah, dan pengembangan program literasi digital yang inklusif.

 

Kata kunci: daya saing wilayah; ekonomi digital; kesenjangan digital; polarisasi pembangunan; kebijakan wilayah; transformasi digital; ekosistem inovasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, Z., A., C. H. S., & Arini, R. E. (2023). Peran teknologi dan inovasi dalam kesuksesan bisnis wirausaha muda. Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan West Science, 1(04), 301-311. https://doi.org/10.58812/jekws.v1i04.711

Harsono, I. (2013). Dampak perubahan struktur ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (pendekatan input output). Pamator, 6(1), 53-67.

Harsono, I., Purnamawati, I. G. A., & Demung, I. W. (2023). Determinants of economic growth, poverty, and unemployment: A path analysis study. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(2), 359-366. https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.63986

Judijanto, L., Hazmi, M., Harsono, I., & Suparwata, D. O. (2024). Penggunaan sumber daya terbarukan dalam bentuk implementasi praktik pertanian berkelanjutan. Jurnal Multidisiplin West Science, 3(1), 108-117. https://doi.org/10.58812/jmws.v3i01.943

Rachaju, K. (2022). Program pemberdayaan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah Kabupaten Sukabumi. IJD-DEMOS, 4(2). https://doi.org/10.37950/ijd.v4i2.290

Ramadhan, M., Kustiawan, M., & Fitriana. (2022). Pengaruh pendapatan asli daerah, pengelolaan belanja daerah, dan kemandirian keuangan daerah terhadap kinerja keuangan daerah. Jurnal Syntax Transformation, 3(06), 832-846. https://doi.org/10.46799/jst.v3i6.572

Rodriguez-Pose, A. (2024). Digital transformation and regional development: New challenges for territorial policies. Regional Studies, 58(3), 421-438.

Supriyati, S., Yulianto, H. D. W. I., & Purfini, A. P. (2015). Model pengembangan enterprise good corporate governance UMKM produk kreatif menuju kota ekonomi kreatif dan perdagangan internasional di wilayah Kota Bandung. Majalah Ilmiah UNIKOM, 13(2). https://doi.org/10.34010/miu.v13i2.122

World Bank. (2024). Digital divide and regional economic disparities in developing countries. Washington DC: World Bank Publications.

Zulkhizah, S. K., Fitriasari, N. S., & Wihardi, Y. (2018). Pengembangan aplikasi indeks pembangunan desa berbasis WebGIS dan evaluasi penerapan menggunakan metode PIECES. JATIKOM: Jurnal Teori Dan Aplikasi Ilmu Komputer, 1(2), 77-84.

Downloads

Published

2026-01-24